Kronologi & update terkini pencarian
Sriwijaya Air
SJ-182
Merdeka.com – Berita ini berisi
kronologi lengkap dari awal jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ
182 pada Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB, hingga pencarian yang masih terus
berlangsung. Berita disusun menurut update terbaru yang diterima redaksi.
Silakan geser ke bawah untuk mengetahui perkembangan berita dari awal. Selasa
(12/1) pukul 17.45 WIB . Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menuturkan, dari dua bagian
dalam black box, yang sudah ditemukan adalah Flight Data Recorder (FDR).
Sementara cockpit voice recorder (CVR) belum ditemukan. Panglima mendapat
laporan mengenai penemuan FDR sekitar pukul 16.40 WIb. Pencarian CVR harus dilakukan tanpa petunjuk dari underwater
locator beacon atau sinyal pandu untuk menemukan black box. Sebab, kedua
underwater locator beacon sudah ditemukan bersamaan dengan FDR. Selasa (12/1) pukul 16.30 WIB
. Tim penyelam TNI Angkatan Laut telah berhasil menemukan kotak hitam pesawat
Sriwijaya Air SJ-182 di sekitar Pulau Laki-Pulau Lancang, Kepulauan Seribu,
DKI Jakarta, Selasa sekitar pukul
16.20 Wib. Kotak hitam itu dimasukkan ke dalam boks dan berisi air berwarna
kecokelatan, kemudian dibawa menggunakan Sea Rider oleh beberapa penyelam di
antaranya Kopaska dan Dislambair. Kotak hitam itu dibawa
oleh Dansatgasla Operasi SAR Sriwijaya Air Laksamana Pertama Yayan Sofyan dan
Direktur Operasional Puskopaska Kolonel Laut (P) Johan Wahyudi. Kotak hitam (black box) adalah sekumpulan perangkat yang
digunakan pada transportasi, merujuk kepada perekam data penerbangan (flight
data recorder; FDR) dan perekam suara kokpit (cockpit voice recorder; CVR)
dalam pesawat terbang. Selasa (12/1) pukul 11.43 WIB. Analisa KNKTSriwijaya Air tidak meledak di udara dan mesin
berfungsi sebelum menghantam air. Analisa ini dari data yang sudah dikumpulkan.
Pertama, data serpihan pesawat yang dikumpulkan KRI Rigel. Besaran Wreckage
dengan lebar 100 meter dan panjang antara 300-400 meter. Dari besaran itu, KNKT
menduga pesawat tidak meledak di udara. KNKT juga menganalisa
dari temuan Basarnas. Yakni turbin pesawat dan fan blade yang mengalami
kerusakan. Kerusakan pada fan blade menunjukkan kondisi mesin masih bekerja
saat mengalami benturan. Hal ini sejalan dengan dugaan pesawat masih berfungsi
pada ketinggian 250 kaki.
Hal lain yang menguatkan
analisa KNKT mengenai kondisi pesawat, berasal dari data Airnav Indonesia. Data
yang dikumpulkan termasuk pembicaraan pilot dengan pengatur lalu lintas udara
yang bertugas mengendalikan penerbangan saat pesawat mengalami kecelakaan. Dari
data itu diketahui pesawat mengudara hingga 10.900 kaki dan terus turun hingga
250 kaki. Data terekam hingga 250 kaki. "Mengindikasikan pesawat masih
berfungsi dan mampu mengirim data. Kami menduga mesin masih hidup sebelum
membentur air," tutupnya. Selasa
(12/1) pukul 09.30 WIB . Tim DVI RS Polri telah menerima 56
kantong jenazah korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 rute penerbangan
Jakarta-Pontianak. Selain itu, tim DVI juga sudah menerima 58 sampel DNA dari
keluarga korban. Ini diperlukan untuk mengidentifikasi jenazah korban. Senin (11/1) pukul 18.34 WIB.
Sampai hari ini didapatkan 40 kantong jenazah berisikan bagian tubuh korban
Sriwijaya Air SJ-182. Senin
(11/1) pukul 17.30 WIB. Satu korban kecelakaan pesawat
Sriwijaya SJ-182 atas nama Okky Bisma berhasil teridentifikasi. Ini
adalah korban pertama yang berhasil teridentifikasi. Hasil ini didapat setelah
tim DVI Polri mencocokkan sidik jari yang ditemukan dari bagian tubuh korban,
dengan alat yang terintegrasi dengan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.
Dalam manifest Sriwijaya SJ-182, nama Okky ada di nomor 4. Berdasarkan data
yang terekam dalam Dukcapil, Okky merupakan pria kelahiran 12 Desember 1991
dengan golongan darah O. Dia berdomisili di Kramat Jati, Jakarta Timur. Ada 12
titik kesamaan yang ditemukan dari pencocokan bagian tangan kanan Okky dengan
data e-KTP. Dari situ dipastikan korban tersebut adalah Okky. Senin (11/1) pukul 17.00 WIB.
Tim penyelam menemukan gaun pengantin dan baju pramugari Sriwijaya Air dan
diangkat ke daratan dari kedalaman 17-19 meter. Pencarian memakan waktu sekitar
40 menit di bawah laut. Temuan tersebut sekitar dua mil dari Pulau Laki. Selain
itu, tim penyelam juga menemukan sejumlah pakaian yang diduga milik para
penumpang pesawat Sriwijaya Air. Kemudian, terdapat juga bagian jenazah,
serpihan pesawat, pelampung, uang senilai Rp250.000 dan tas berwarna merah.
Senin (11/1) pukul 09.00 WIB. Hingga pukul 09.00
WIB, tim dvi telah dapat 40 sampel DNA dari keluarga korban. Terdiri dari 14
sampek di RS polri, 24 sampel dari pontianak, 1 sampel dari Jawa Timur, 1
sampel dari Sulawesi Selatan. Tim DVi juga telah menerima 16 kantong jenazah
dan juga 3 kantong properti body. Senin
(11/1) pukul 08.30 WIB. Direktur Operasi Basarnas Brigadir
Jendral (Mar) Razman menyebutkan, area pencarian hari ini dibagi menjadi enam
sektor. Sebanyak 2.600 personel terlibat langsung maupun tidak langsung dalam
operasi pencarian dan pertolongan hari ini. Dalam operasional kegiatan hari
ini, ada sekitar kapal 53 untuk pencarian. Untuk alat udara ada 13 yang
standby. Sementara untuk ambulans disiagakan 12 unit. Minggu (10/1) pukul 20.15 WIB.
Kepala Basarnas, Marsdya Bagus Puruhito menjelaskan total hasil temuan sejak
pagi tadi hingga petang ini. Diantaranya, potongan pesawat besar dan kecil.
Kemudian, pakaian dan bagian tubuh. "Dari kegiatan hari ini hingga pukul
19.20 WIB tadi, kita sudah mendapatkan 10 kantong berisi serpihan atau potongan
dari badan pesawat. 16 bagian atau potongan besar dari pesawat, 10 kantong
jenazah yang berisi bagian dari korban, dan 5 potong pakaian," katanya di
JICT, Minggu (10/1) malam. Dia merinci. Temuan pertama pada pukul 11.23 WIB,
berupa serpihan ban pesawat, pakaian anak kecil berwarna pink dan puing pesawat
yang dibawa ke posko JICT. Barang itu diturunkan dari KRI KURAU TNI AL. Selanjutnya,
pada pukul 13.40 WIB, 5 kantong jenazah dan 3 kantong serpihan pesawat diantar
ke posko JICT. Temuan tersebut terlihat diantar oleh speed boat Basarnas. Berikutnya
pada pukul 14.51 WIB, 4 kantong serpihan pesawat dan 2 kantong jenazah kembali
dikirim ke JICT. Hasil itu diturunkan dari KRI PARANG TNI AL. Selain itu, pada
pukul 18.30 WIB, 15 potong serpihan pesawat dan 5 potong pakaian milik
penumpang di antar ke JICT. Hasil itu diturunkan dari kapal KRI Tjiptadi.
Hana Velonia
Komentar
Posting Komentar