Kampanye K-POP
Sabtu pagi di akhir september ini, diawali dengan membuka mata. lalu merogoh gawai niat hati melihat pukul berapa ini. Seketika, pikiran melambung, pergi ke pikiran semalam yang ternyata belum usai. Masih menjadi sebuah tanya besar tentang kemerdekaan bangsa ini. Proklamasi terucap lantang pada 17 Agustus 1945, namun di buku sejarah, pada tahun 1948 saja agresi militer II masih berlangsung. Akan menjadi sebuah perjalanan panjang untuk terus membaca dan tau tentang perkara itu. Pikiran yang tiba-tiba datang tadi, pergi begitu saja. Membawa jemari akhirnya menyentuh sosial media, dan akhirnya datang lagi sebuah tanya besar. Bukan lagi menjadi tanya, tapi sudah menjadi ironi. Asupan sabtu pagi bukan hanya bubur ayam apalagi nasi uduk dengan bihun goreng dan sambel kacang. Asupan pagi sabtu pagi kali ini, lengkap dengan kampanye dan K-POP. Terdengar saat aneh saat 2 premis ini bersanding. Entah konklusi macam apa yang akan tercipta. Seperti kutu buku...